Alhamdulillah BINA JIWA edisi Desember 2012 bisa kembali
hadir mengunjungi Anda. Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Jiwa Sedunia
tanggal 10 Oktober, sengaja kami mengusung tema DEPRESI. Depresi adalah
gangguan jiwa yang banyak diderita oleh orang dari berbagai usia dan kelas
sosial. Diperkirakan sebanyak 5-10% orang di dunia menderita depresi. Suatu
jumlah yang tidak bisa dipandang enteng. Depresi akan menjadi beban kesehatan
masyarakat baik secara ekonomi
maupun sosial. Begitu besarnya pengaruh depresi, maka WHO menetapkan DEPRESSION
: A GLOBAL CRISIS (Depresi sebuah krisis global) sebagai tema Hari
Kesehatan Jiwa sedunia tahun ini. Dalam edisi ini depresi kami kupas tuntas.
Mulai dari gejala, pengobatan, pencegahan, hingga deteksi dini.
Masih dalam rangka memperingati hari kesehatan jiwa sedunia,
Anda kami ajak mengenal lebih dekat dr. Hendrina A. Kuhuwael, SpKJ, psikiater
paling senior di RSJD Surakarta. Sosoknya memang bersahaja, tetapi pengabdiannya
dalam melayani orang dengan masalah kejiwaan (ODMK) tidaklah bersahaja. Apa
yang telah beliau lakukan, semoga dapat menjadi teladan bagi pemberi pelayanan
kesehatan jiwa.
Banyak kegiatan yang dilaksanakan di
RSJD Surakarta dalam kurun waktu empat bulan terakhir. Dengan senang hati kami rangkum
dan bagi dengan Anda, lewat rubrik KLIK dan LIPUTAN.
Kami selalu mencoba memberikan yang
terbaik bagi Anda. Namun kami yakin sekeras apa pun kami berusaha akan selalu
ada kekurangan di sana-sini. Kami mengharakan kritik dan saran yang membangun.
Akhir kata selamat menikmati sajian kami.
Salam Redaksi
Tagged with
Catatan Redaksi
Insiden
Tugu Tani, Jakarta. Tentunya masih segar diingatan kita, kejadian kecelakaan
yang mengawali lembar pertama di tahun
baru 2012. Sembilan nyawa melayang serta
beberapa orang cidera tersambar Xenia yang melaju dengan kencang. Setelah melalui pemeriksaan
laboratorium, sang pengemudi dinyatakan telah mengkonsumsi NAPZA (narkotika,
psikotropika dan zat adiktif lainnya) jenis shabu-shabu disuatu pesta malam
hari sebelumnya. Serentetan peristiwa
berikutnya menyusul dan masih mengaitkankan NAPZA sebagai pelengkap bahan pemberitaan. Sebut saja
berita pejabat kepolisian yang tertangkap saat ‘nyabu’ di rumah dinasnya, pilot
pesawat yang juga tengah asyik ‘nyabu’ hanya beberapa jam menjelang penerbangannya.
Dan, berita-berita tragis tentang kecelakaan lalu lintas dibeberapa tempat yang
lagi-lagi sopirnya terbukti telah
mengkonsumsi NAPZA.
Belum
lagi persoalan rokok yang juga merupakan bagian dari NAPZA. Rokok inilah yang
biasa disebut-sebut sebagai jendela masuknya NAPZA. Artinya penyebaran NAPZA
akan lebih mudah kepada seseorang yang terlebih dahulu telah merokok. Tapi
bukan berarti orang yang tidak merokok tidak akan bisa terpengaruh
penyalahgunaan ini.
Kalaupun
ada yang pernah mengatakan bahwa Indonesia adalah merupakan surganya bagi para
pengguna NAPZA, terlepas dari benar atau salah, hal ini harus menjadi perhatian
khusus bagi kita semua. Tidak hanya aparat pemerintah saja, melainkan semua
pihak dan setiap orang memiliki tanggung jawab yang sama untuk menanggulangi
penyalahgunaan NAPZA yang jelas-jelas menimbulkan kerugian itu.
Melalui
tulisan, Bina Jiwa berusaha turut serta menyumbangkan informasi agar dapat
menambah pengetahuan bagi pembaca tentang penyalahgunaan NAPZA, kerugian yang ditimbulkan
dan cara mendeteksi apakah orang di sekitar kita termasuk para penyalahguna.
Jika lebih memahami bagaimana jahatnya NAPZA, wal hasil kita akan berusaha
menghindari barang yang hanya akan mendatangkan kemudharatan itu. Sehingga
tidak ada alasan untuk kita enggan melantangkan “KATAKAN TIDAK UNTUK NAPZA...!”
Salam
Redaksi
Tagged with
Catatan Redaksi