Yth. Redaksi Bina Jiwa
Saya adalah orang tua dari anak yang sakit
jiwa dan selama ini selalu berobat di RSJ Solo. Kira-kira sudah 1 tahun ini
anak saya berobat jalan. Kami berusaha kontrol rutin setiap bulan. Tapi,
sayangnya anak saya itu kadang-kadang menolak untuk diajak ke RSJ untuk
kontrol. Saya sudah mencoba membujuknya, berbohong dengan alasan mau saya ajak
jalan-jalan dan macam-macam cara. Tapi kalau pas sulit ya dia benar-benar tidak
mau. Suatu saat karena obat memang sudah habis dan anak saya tidak mau diajak
kontrol , saya mencoba ke RSJ sendiri untuk memintakan obat buat anak saya.
Soalnya kalau sampai tidak minum obat biasanya dia akan kumat. Akan tetapi,
setelah sampai di RSJ saya tidak bisa minta obat alasannya karena pasien tidak
diajak. Yang saya tanyakan, apakah memang tidak boleh minta obat jika pasien
tidak dibawa ke RSJ? Terima kasih.
Sunaryo-
Purwantoro, Wonogiri
Jawab :
Bp sunaryo, pasien kontrol rutin setiap bulan itu
tujuannya adalah untuk mengevaluasi bagaimana perkembangannya. Obat yang akan
diresepken juga sesuai pemeriksaan dokter pada saat kontrol itu. Kalau pasien
tidak dibawa bagaimana dokter bisa melihat keadaan pasien? Jadi, kalau kontrol
ke RSJ itu tidak hanya sekedar mengambil obat saja, tapi juga akan dilakukan
pemeriksaan lanjutan terhadap si pasien. Makanya RSJD Surakarta menetapkan
kebijakan bahwa setiap kontrol pasien harus diajak. Ini tidak bermaksud mempersulit
keluarga tapi demi kebaikan pasien agar perkembangan kesehatannya dapat lebih
terpantau. Begitu ya pak, mohon difahami.
Tagged with
Surat Pembaca
Pertanyaan :
Yth. Redaksi Bina Jiwa
Saya pernah
beberapa kali lewat di depan RS. Jiwa Daerah Surakarta. Saya membaca papan nama yang
bertuliskan “Pelayanan Psikologi untuk Umum” di depan gedung bagian
barat RSJ. Saya merasa tertarik dan ingin konsultasi di bagian Psikologi
tersebut tentang anak saya yang akan memasuki perguruan tinggi. Namun terus
terang untuk datang secara langsung saya tidak berani. Saya takut dikira sakit
jiwa karena telah datang ke RS. Jiwa. Makanya saya bertanya lewat tulisan ini misalnya
saya datang ke RSJ apakah saya akan dilayani bercampur dengan pasien yang sakit jiwa? Kemudian kalau ingin konsultasi tentang anak
saya tersebut bagaimana prosedurnya?
Terimakasih.
Yuli
– Surakarta
Jawab :
Ibu Yuli,
Terimakasih
Ibu sudah memberanikan diri untuk
bertanya. Semoga selanjutnya Ibu juga tidak takut lagi untuk berkunjung
ke RS. Jiwa Daerah Surakarta.
Memang stigma masyarakat tentang RS.. Jiwa masih menakutkan. Akan tetapi
sebenarnya banyak pelayanan di RS. Jiwa yang terbuka untuk umum, bukan hanya
yang menderita gangguan jiwa. Pelayanan tersebut antara lain : Pelayanan
Tumbuh Kembang Anak, Pelayanan
Gigi dan Mulut, pelayanan fisioterapi, radiologi dan pelayanan psikologi. Masing-masing
pelayanan untuk umum tersebut tentu saja tidak jadi satu dengan pasien gangguan jiwa. Jadi Ibu tidak usah
khawatir.
Kemudian
untuk mendapatkan pelayanan konsultasi psikologi Ibu dimohon tetap mendaftar
seperti yang lain di bagian pendaftaran.
Ibu bisa mengatakan ingin konsultasi psikologi, maka petugas di bagian
pendaftaran akan mempersilahkan Ibu untuk langsung ke gedung psikologi. Proses
konsultasi psikologi akan dilayani di gedung psikologi eksekutif yang terpisah
dari pelayanan pasien gangguan jiwa
lain. Demikian jawaban kami semoga bermanfaat.
Tagged with
Surat Pembaca
Petanyaan :
Yth.
Pedaksi Bina Jiwa
Salah
satu kerabat saya pernah di rawat di bangsal kelas III RSJD Surakarta. Di
tagihan yang di bebankan ada salah satu nota tentang makanan ekstra, yang ingin
saya tanyakan, apakah setiap pasien di RSJD Surakarta harus mendapat makanan
ekstra? Kalau tidak, pasien seperti apa yang harus mendapatkannya? Dan mengapa
biayanya sampai Rp. 100.000, apakah tidak terlalu mahal?
Roto-Sondakan
Pak Roto yang baik,
memang salah satu pelayanan yang diberikan di RSJD Surakarta. Makanana extra
atau extravoeding diberikan pada pasien yang setelah melalui pengukuran Tinggi
badan(TB) dan berat badan (BB) ternyata memiliki status gizi yang tergolong
gizi buruk.
Cara menghitungnya : (BB(Kg) : TB(m)2)
Apabila hasilnya kurang dari 17 Kg/m2,
berarti status gizinya buruk dan akan mendapatkan extra voeding.
Makanan extra diberikan selama 10 hari untuk
satu kali paketnya, dan akan di evaluasi ulang status gizinya setelah pemberian
paket tersebut.
Biaya pemberian extravoeding setiap harinya
adalah Rp. 10.000,00 dengan perincian : extra lauk Hewani 2x (saat makan siang
dan makan sore) dan susu tinggi protein 1x.
Dengan upaya peningkatan status gizi ini,
kami berharap efektivitas dari pengobatan dan terapi yang dilaksanakan di RS
akan maksimal. Demikian pak, semoga bermanfaat.
Tagged with
Surat Pembaca
Pertanyaan :
Yth. Redaksi Bina Jiwa
Ayah saya sudah
cukup lama mengalami gangguan jiwa, Alhamdulillah 2 tahun belakangn ini kondisi
kejiwaanya cukup stabil. Sejak 3 bulan yang lalu beliau jadi kurus padahal
makannya banyak. Beliau juga sering mengeluh pusing dan berkunang – kunang.
Setelah dibawa ke dokter puskesmas, dan dilakukan cek gula darah, ternyata gula
darahnya tinggi. Dokter memberitahu kami bahwa ayah harus mulai diet dan tidak
boleh makan yang manis – manis serta sederet pantangan makanan lainnya. Mendengar hal ini ayah saya jadi uring –
uringan lagi, sering marah – marah dan memaksa makan makanan yang harusnya
dihindari. Yang ingin saya tanyakan, apakah bila saya mengontrolkan ayah saya
ke RSJ, saya dapat sekaligus membicarakan masalah makan ayah saya juga? Ataukah
saya harus ke rumah sakit umum untuk membuat ayah saya mendengarkan dan
mematuhi makanan yang harus di pantangnya?
Ibu
Ratmi- Sukoharjo
Jawab :
Ibu Ratmi yang budiman,
Ibu tenang saja, di
RSJ tersedia layanan konsultasi gizi kok. Anda dapat menceritakan masalah ini pada
Ahli gizi kami, dan akan mendapatkan edukasi yang cocok. Tidak hanya konsultasi
secara lesan, tetapi anda juga akan mendaptkan leaflet berisi tips dan trik
pengaturan pola makan yang sesuai dengan kondisi tubuh anda. Pemahaman akan di
berikan sebisa mungkin pada pasien, sementara kontrol terkuat di pegang oleh
keluarga terdekat pasien, terutama yang biasa bertanggung jawab akan makanan
pasien di rumah. Demikian bu, semoga bermanfaat.
Tagged with
Surat Pembaca