Depresi...??? Jangan Biarkan Berlama- lama Singgah dalam Kehidupan Anda!

Posted by Unknown on Jumat, 14 September 2012 | 0 komentar | Leave a comment...


Dalam perjalanan mengarungi kehidupan , anda bisa saja mengalami depresi. Yaitu ketika dihadapkan pada kejadian  yang  menyedihkan,  ketika mengalami  stres , atau  khususnya bagi wanita bisa mengalami depresi pada saat menjelang haid. Bisa juga ketika Anda sedang sakit  karena  infeksi dan lain sebagainyanya.  Nah, saat   sedang  mengalami depresi maka Anda akan  merasakan  kesedihan,  kesal, tidak punya harga diri dan tidak bertenaga. Anda juga bisa dihinggapi perasaan tidak berguna atau bersalah serta sering disertai gejala fisik seperti turunnya  berat badan, sakit kepala hingga tidak enak  badan.  Tentunya akan sangat tidak mengenakkan bukan? Apalagi jika sampai menarik diri dan tidak tertarik untuk berhubungan sosial.  Anda akan sangat tersiksa...!

Jika  sampai kehadiran  tamu yang bernama depresi itu,  maka yang Anda harus lakukan adalah :
Pertama, menerima keadaan dalam diri Anda terlebih dahulu walau apapun yang terjadi. Ujilah kesabaran diri Anda sendiri.
Kadang-kadang Anda  memang  harus dapat menerima kenyataan bahwa hidup penuh dengan lembah dan gurun yang  harus dilalui.  Seperti juga ketrampilan-ketrampilan lain yang  harus dipelajari dalam hidup, Anda  juga harus belajar bagaimana bertahan dalam  menghadapi masa-masa yang berat.

Kedua,  hindari rasa sepi.  Rasa sepi adalah  racun bagi orang yang mengalami depresi,  karena dengan kesepian, setan berusaha membuat orang yang depresi berada di bawah kekuasaannya.
Jangan sampai Anda menyendiri mengucilkan diri sendiri. Tetaplah berkomunikasi dengan orang lain,  teman, keluarga dan jangan menyalahkan diri sendiri.

Ketiga, Cari orang atau situasi yang dapat menularkan kebahagiaan kepada Anda.
Kebahagiaan  orang lain ataupun situasi yang bahagia dapat membuat Anda  merasakan kebahagiaan juga sehingga dapat mengurangi depresi yang Anda rasakan.  

Keempat, hilangkan pikiran-pikiran yang membebani diri Anda.
 Acuhkan saja pikiran-pikiran yang  membuat Anda depresi! Bersikaplah seolah-olah tidak merasakannya! Pikirkanlah hal lain yang dapat membuat jiwa dan pikiran tersenyum, tetapi jangan berkhayal ataupun melamun , itu tidak akan membantu mengurangi depresi Anda.

Kelima, Istirahat, olah raga dan makan teratur. Hal ini bisa menjaga keseimbangan dan kebugaran tubuh.
Makanan yang bisa dikonsumsi untuk menurunkan depresi misalnya bawang bombay dan ikan tuna. Menurut penelitian, bawang bombay bisa menurunkan depresi sampai 50% atau lebih dengan membantu otak menjadi bersemangat. Sedangkan ikan tuna bisa memperbaiki perasaan sampai 60% atau lebih, dan menurunkan risiko kambuh sampai 25%.

Keenam, ekspresikan emosi Anda. Cobalah  untuk berbagi kisah dan masalah dengan orang terdekat yang bisa dipercaya. Anda bisa mengeluarkan isi hati dan berbagi tentang apa yang sedang dirasakan. Anda juga bisa mengekspresikan emosi dengan cara  menulis sesuatu sehingga bisa membantu meringankan beban yang dihadapi.

Ketujuh, lakukan kegiatan yang positif. Lakukan stimulasi untuk mental dan keadaan jiwa , misalnya jalan jalan. Salah satu cara penting untuk meningkatkan kadar serotonin yaitu pembangkit rasa senang adalah kombinasi sinar matahari dan gerakan, seperti jalan kaki di luar  ruangan.  Jalan-jalan memang solusi yang tepat buat mengatasi bad mood. Anda juga bisa mengikuti kegiatan-kegiatan yang ada di lingkungan sekitar, misalnya pengajian, kerja bakti atau olah raga bersama dengan para tetangga atau teman.

Kedelapan, tinggalkan rutinitas sementara waktu. Sisakan sebagian waktu rutin Anda untuk berinteraksi dengan  lingkungan sekitar. Secara berkala Anda juga bisa mengagendakan acara rekreasi ke tempat yang bisa membuat  rileks guna melepas kejenuhan akibat rutinitas kerja.

Kesembilan, ketika mulai merasakan adanya gejala stress, Anda juga  bisa melakukan relaksasi ringan. Sediakan waktu sejenak setiap hari untuk relaksasi mengalihkan ketegangan dan kecemasan. Ambil nafas dalam-dalam... tahan sebentar.. ..kemudian hembuskan..Ulangi beberapa kali sampai Anda merasakan perasaan dan diri Anda menjadi lebih nyaman dan rileks.
Kesepuluh, khusus untuk depresi pra haid, dokter biasanya akan  memberikan pyridoxine (vitamin B6) setiap hari.  Jika depresi akibat infeksi, maka jangan terlalu tergesa-gesa kembali ke jadwal  sehari-hari setelah sakit. Jaga makan  yang cukup dan tidur yang cukup untuk mempercepat pemulihan.
Kesebelas, berdoa dan mengucapkan syukur.
Ini adalah senjata yang ampuh untuk mengusir depresi. Anda ingat kembali kepada ALLAH SWT Yang Maha Penyayang.  Dengan berdoa kepadaNya, Anda merasa dekat denganNya dan merasa terlindungi dari beban-beban  yang membuat  depresi. Kemudian Anda akan  mengetahui apa maksud atau hikmah  dibalik peristiwa-peristiwa yang dialami dalam hidup dan  senantiasa  bisa menerimanya  dengan ikhlas sehingga bisa lebih bersyukur atas apapun  yang diterima.

Keduabelas,  ingatlah, terapi bukan hanya sekedar obat saja. Banyak hal  bisa menjadi terapi yang baik bagi Anda di samping obat yang diperlukan.

Perlu diketahui bahwa peran keluarga dan  lingkungan sekitar juga ikut mempengaruhi pemulihan diri dari depresi. Jika penderita selalu diingatkan bahwa keluarga dan lingkungan  selalu peduli pada mereka, maka ini akan mengurangi dampak depresi seperti perasaan terisolasi (terasingkan), misalnya. Sehingga diharapkan nantinya penderita akan termotivasi untuk bisa pulih kembali. 

Jadi, jangan takut pada depresi, santai saja, karena hal itu mudah dihadapi, sehingga tak perlu berlama-lama singgah dalam kehidupan Anda!            ( Yulia)




( MAS AGUS..., INI DAPAT DIPAKAI UNTUK MENGISI JIKA ADA SPACE YG KOSONG)

Depresi dapat dialami oleh siapa saja, tapi tidak semua orang mampu mengenali gejalanya. Berikut daftar pertanyaan yang dapat Anda gunakan untuk mengetahui apakah Anda mengalami depresi.
1.       Apakah Anda sering merasa sedih?
2.       Apakah Anda sudah tidak dapat menikmati pekerjaan, olah raga dan hobi Anda?
3.       Apakah Anda sering merasa lelah?
4.       Apakah Anda mengalami kesulitan tidur atau tidur terlalu banyak?
5.       Apakah berat badan Anda meningkat atau menurun?
6.       Apakah Anda sering menyalahkan diri sendiri?
7.       Apakah Anda mengalami kesulitan untuk mengambil keputusan atau berkonsentrasi pada pekerjaan Anda?
8.       Apakah Anda merasa sepertinya ingin mengamuk atau ingin berdiam diri?
9.       Apakah Anda merasa hidup ini tidak menarik dan Anda merasa tidak bahagia?

Jawaban “ Ya” 5 atau lebih, curiga depresi.
(Sumber: APA,1987)

APA YANG DILAKUKAN PSIKOLOG PADA KLIEN DEPRESI?

Posted by Unknown on Rabu, 12 September 2012 | 0 komentar | Leave a comment...



Depresi dapat diartikan sebagai suatu keadaan emosi yang menunjukkan perasaan susah, murung, sedih, tidak bahagia dan tidak mempunyai semangat. Dalam situasi dan kondisi saat ini yang menuntut seseorang untuk bisa berjuang lebih keras dan survive, seringkali orang  tidak menyadari bahwa dirinya sudah terkena depresi. Terutama bila masih dalam taraf yang ringan. Dan justru pada taraf ringan inilah seharusnya kita segera mencari solusi agar tidak berkembang menjadi berat dan mengganggu perilaku kita.  Berikut adalah perbincangan Binajiwa dengan Dra. Al. Endang SSS, Psi, Kepala Instalasi Psikologi RSJD Surakarta seputar depresi.


Sebenarnya apakah depresi itu dan apa bedanya dengan stres?
Stres itu merupakan tekanan atau situasi yang menekan, sedangkan depresi itu merupakan suatu kondisi dimana seseorang mengalami adanya kesedihan, kemurungan dan bahkan  tidak memiliki semangat lagi untuk melakukan segala sesuatu.
Namun bila kesedihan itu dialami oleh seseorang ketika ditinggalkan oleh orang yang dicintainya misalnya, maka hal tersebut bukan termasuk depresi, meskipun keadaan itu menunjukkan gejala - gejala depresi, karena biasanya berlangsungnya tidak terlalu lama dan kemudian dapat sembuh dengan sendirinya. Sementara itu depresi mengganggu suasana hati atau semangat, cara berpikir, fungsi tubuh dan  juga bisa mengganggu perilaku.

Siapa saja yang bisa terkena depresi?
Siapapun bisa terkena depresi, tidak memandang apakah dia berpendidikan   atau tidak, miskin atau kaya, juga  perempuan atau laki - laki. Toleransi terhadap frustrasi yang dimiliki oleh seseorang itulah yang ternyata memiliki pengaruh yang kuat.  

Maksudnya?
Artinya bahwa bila seseorang itu memiliki toleransi terhadap frustrasi yang tinggi, maka ia akan lebih  mampu menghadapi permasalahan yang menimpanya. Seringkali, orang yang depresif tampak memiliki pandangan yang negatif mengenai dirinya sendiri dunianya dan hari depannya. Jadi persepsi dan penilaiannya mengenai kejadian itulah yang sebenarnya membuat ia depresif. Oleh karena itulah kenapa dari kecil sebaiknya anak dibiasakan untuk bisa berpikir positif sehingga menjadi kreatif dan tidak mudah putus asa sehingga menjauhkannya dari depresi.

Bagaimana mengenali bila seseorang sudah terkena depresi?
Apabila seseorang mengalami rasa sedih yang terus menerus, murung, merasa hidup ini tidak ada artinya, atau merasa bersalah terus menerus, itulah tanda yang harus diwaspadai sebagai gejala depresi, maka sudah seharusnya segera mencari solusi agar kondisinya tidak berlanjut   menjadi lebih buruk. Saat  seseorang mengalami suatu peristiwa yang tidak menyenangkan pasti akan merasa sedih, kehilangan semangat atau bahkan sampai murung, namun hal itu harusnya tidak berlangsung lama karena berangsur - angsur akan menjadi normal kembali, karena waktu juga yang akan bisa membantu menyembuhkan. Namun bila tidak kunjung mereda, maka orang tersebut mengalami depresi.


Apa langkah yang harus dilakukan, datang ke psikolog atau ke psikiater?
Untuk awalnya, boleh datang ke siapa saja, entah itu psikolog atau psikiater, tergantung seseorang itu mantap untuk datang ke siapa. Psikolog atau psikiater yang kemudian akan menentukan siapa yang lebih tepat untuk menangani. Kalau depresi itu sifatnya sudah agak berat dan  berpengaruh besar bagi perubahan tingkah laku, misalnya berhari hari tidak bisa tidur, atau sama sekali tidak mau makan dan minum sampai berhari - hari misalnya, maka seyogyanya sudah harus ditangani oleh psikiater.


Kalau di Instalasi Psikologi apa yang dilakukan untuk menangani klien yang depresi ?
Di Instalasi Psikologi RSJD Surakarta ada beberapa hal yang biasa kita lakukan untuk menangani  klien depresi yang sifatnya masih ringan. Biasanya kita awali dengan wawancara psikologi terlebih dahulu untuk mengetahui permasalahan apa yang sedang dihadapi oleh klien kita.

Wawancara dengan siapa?
Wawancara dilakukan baik terhadap klien maupun terhadap keluarganya bila memungkinkan. Kemudian, bila diperlukan adanya suatu pemeriksaan psikologis dengan psikometri untuk mengetahui kondisi psikologis klien, maka akan dilakukan pemeriksaan psikologi sesuai dengan kebutuhan / hal yang ingin diungkap. Setelah itu, dilakukan proses terapi psikologi berkaitan dengan kasus klien tersebut. Biasanya  selain melalui konseling dan terapi yang sesuai, terapi relaksasi sangat membantu untuk menangani klien dengan kasus-kasus depresi.


Mengapa perlu terapi relaksasi itu?
Biar klien dalam kondisi rileks. Relaksasi sifatnya adalah tension release, yaitu mengurangi ketegangan, sehingga seseorang akan bisa berpikir dengan lebih jernih. Klien depresi biasanya pikirannya negatif, sehingga ketika ketegangan  pikirannnya atau  kepenatan pikirannya relatif menurun maka diharapkan akan lebih mudah untuk diajak berpikir lebih positif. Keinginan klien untuk bisa terlepas dari depresi yang dideritanya juga akan sangat membantu pemulihan kondisi psikologisnya. Klien yang kooperatif cenderung mematuhi program yang sudah dibuatkan untuknya, dan ini sangat bermakna bagi kesembuhannya. Oleh karena itu bergegaslah mencari bantuan manakala kita merasakan sesuatu hal yang benar-benar membuat kita sedih, murung atau putus asa, sehingga permasalahan cepat selesai, atau paling tidak dapat mengurangi kepenatan pikiran kita, dan kitapun masih sangat mungkin untuk bisa kooperatif dengan proses terapi.

Terapi relaksasi itu seperti apa?
Untuk klien depresi yang tidak terlalu berat, psikolog dapat melakukan terapi relaksasi, dimana cara atau bentuk terapi relaksasi yang dilakukan dapat bermacam - macam sesuai dengan situasi dan kondisi klien.


Dilaksanakan dimana?
Di Instalasi Psikologi terapi relaksasi dilakukan di ruang khusus yang memang dirancang untuk pelaksanaan terapi. Klien duduk dikursi relaksasi, kemudian diperdengarkan musik relaksasi melalui  headphone. Psikolog memberikan beberapa sugesti yang memang sesuai dan dibutuhkan oleh klien melalui microphone, sehingga suara psikolog seakan langsung masuk ke alam pikiran klien dan mudah diterima oleh klien, karena klien hanya terfokus pada suara music dan suara psikolog. Terapi relaksasi ini juga dapat kita pergunakan sebagai sarana untuk mengurangi kepenatan pikiran karena pekerjaan dan berbagai urusan atau permasalahan yang dihadapi, sehingga diharapkan akan bisa menjadi fresh lagi, dan bisa membantu mencegah terjadinya depresi. ( lc).

 
Apakah Anda Depresi ??

Depresi dapat dialami oleh siapa saja, tapi tidak semua orang mampu mengenali gejalanya. Berikut daftar pertanyaan yang dapat anda gunakan untuk mengetahui apakah anda mengalami depresi.
1.       Apakah anda sering merasa sedih ?
2.       Apakah anda sudah tidak dapat menikmati pekerjaan, olah raga, dan hobi anda ?
3.       Apakah anda sering merasa lelah ?
4.       Apakah anda mengalami kesulitan tidur atau tidur terlalu banyak ?
5.       Apakah berat badan anda meningkat atau menurun ?
6.       Apakah anda seing menyalahkan orang lain ?
7.       Apakah anda mengalami kesulitan untuk mengambil keputusan atau berkonsentrasi pada pekerjaan anda ?
8.       Apakah anda merasa sepertinya ingin mengamuk atau ingin berdiam diri ?
9.       Apakah anda merasa hidup ini tidak menarik dan anda merasa tidak bahagia ?

Jawaban “Ya” 5 atau lebih, curiga depresi.

DEPRESI : MUNGKIN TERJADI PADA ANDA

Posted by Unknown on Sabtu, 08 September 2012 | 0 komentar | Leave a comment...


Dr. Adriesti Herdaetha, SpKJ *}

Pernahkah dalam satu waktu dalam kehidupan, Anda mengalami rasa sedih dan hampa yang berlangsung hampir sepanjang hari? Merasa bersalah, tidak berharga, dan tidak berdaya yang berlangsung berhari-hari? Jika Ya, mungkin Anda terkena depresi.

Judul tulisan di atas tidak dimaksudkan menakut-nakuti Anda. Faktanya depresi memang merupakan penyakit serius yang diderita oleh jutaan orang di dunia. Menurut World Health Organization (WHO) saat ini sekitar 5-10% orang di dunia menderita depresi. Penelitian yang dilakukan Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa  Indonesia menyebutkan bahwa sebagian besar masyarakat Indonesia menderita depresi dari yang ringan sampai berat.
WHO, memprediksi pada tahun 2020, depresi menjadi penyakit utama yang menimbulkan disabilitas dan menduduki peringkat pertama komorbiditas global, di atas HIV AIDS dan kanker. Diperkirakan pula bahwa depresi akan menjadi beban kesehatan (health burden) di masyarakat baik secara ekonomi maupun sosial. Begitu besarnya pengaruh depresi, maka WHO menetapkan  DEPRESSION : A GLOBAL CRISIS (Depresi sebuah krisis global) sebagai tema Hari Kesehatan Jiwa sedunia tahun 2012, yang diperingati pada tanggal 10 Oktober.

Apakah Depresi Itu?

Kata ‘depresi’ sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari, namun sering disalahartikan. Orang mungkin berkata “Saya sedang depresi”, ketika gagal ujian atau kehilangan pekerjaan. Irama perasaan sedih dan gembira merupakan hal yang normal. Sebagian besar orang mampu bangkit dari keterpurukan hidup. Akan tetapi jika perasaan sedih, tidak berharga dan pesimis, itu berlangsung hampir sepanjang hari selama sedikitnya dua minggu dan telah mengganggu fungsi kehidupan sehari-hari, maka itulah yang dinamakan gangguan depresi.           
Gejala-gejala depresi secara umum adalah :
  • Gejala inti :
o        Perasaan sedih yang menetap
o        Kehilangan minat terhadap aktivitas yang sebelumnya dinikmati
·         Gejala tambahan yang lain :
o     Gangguan tidur berupa kesulitan jatuh tidur, terbangun terlalu dini dan tidak mampu tidur kembali atau terlalu banyak tidur,
o     Perubahan nafsu makan berupa penurunan nafsu makan hingga menimbulkan penurunan berat badan atau sebaliknya peningkatan  nafsu makan.
o     Kelelahan kronis
o     Kegelisahan atau perlambatan psikomotor
o     Kemampuan kognitif berkurang, termasuk daya konsentrasi berkurang dan mudah lupa
o     Merasa tidak berharga atau perasaan bersalah yang berlebihan
o     Perasaan dan pikiran berulang tentang keinginan untuk mati, yang mengarah pada rencana atau tindakan bunuh diri.

Banyak orang yang sadar dirinya menderita depresi, namun banyak juga yang tidak menyadari bahwa ia sebenarnya menderita depresi. Orang-orang yang tidak menyadari dirinya terkena depersi biasanya memiliki keluhan utama berupa keluhan fisik yang tidak membaik walaupun telah mendapatkan pemeriksaan dan terapi yang adekuat. Gejala fisik yang biasanya dikeluhkan adalah sakit kepala, dada berdebar-debar, nyeri dada, dan gangguan pencernaan.  Dokter pun sering melewatkan diagnosis depresi pada pasien yang datang dengan keluhan fisik beraneka ragam. Dokter sering hanya berfokus pada pengobatan fisik dan melupakan masalah psikosoial yang melatarbelakangi keluhan tersebut..
Keparahan depresi masing-masing orang berbeda-beda, namun secara umum dapat dibagi menjadi depresi ringan, sedang, dan berat, tergantung pada banyak gejala yang diderita dan pengaruh gejala tersebut terhadap fungsi kehidupan sehari-hari.
Depresi bisa diderita oleh siapa saja, mulai dari anak-anak hingga usia lanjut, perempuan dan laki-laki, berpendidikan maupun tidak berpendidikan. Perempuan berkemungkinan dua kali lebih besar menderita depresi dibandingkan pria, namun jumlah pria yang melakukan bunuh diri lebih besar dari perempuan. Terdapat masa-masa dalam siklus hidup perempuan yang menjadikannya rentan terhadap depresi, yakni setelah  melahirkan dan menopause. Depresi yang terjadi pada masa-masa tersebut berkaitan dengan perubahan hormonal.
Mereka yang beresiko besar menderita depresi adalah orang dengan ciri kepribadian dependen, orang tua, tidak menikah, pengguna zat adiktif, penderita penyakit berat, bertempat tinggal di daerah konflik, dan tidak memiliki dukungan sosial yang baik.
Beberapa orang dengan depresi berat juga mengalami waham dan halusinasi, yang disebut sebagai gejala psikotik.  Waham adalah keyakinan yang salah dan tidak rasional, misalnya yakin bahwa orang-orang di sekitarnya bersengkongkol untuk membunuhnya. Halusinasi adalah gangguan persepsi, misalnya mendengar suara yang sebenarnya tidak ada.

PENYEBAB DEPRESI
        Penyebab pasti depresi tidak diketahui. Pada depresi dijumpai ketidakseimbangan neurotransmitter (zat kimia pembawa pesan antar sel saraf) dalam otak.
        Depresi dapat dicetuskan oleh peristiwa besar dalam hidup, misalnya perceraian, kematian orang yang dicintai, pindah tempat tinggal, kehilangan pekerjaan, terkait kasus hukum, menderita penyakit berat, serta dampak penggunaan zat adiktif.        Beberapa penyakit fisik memiliki gejala yang menyerupai depresi, misalnya :
a.       Hipothyroid (kurangnya aktivitas kelenjar gondok) yang menimbulkan perasaan malas dan mudah lelah.
b.       Hipopituitarisme – kelenjar pitiuitari (hipofisis) adalah kelenjar penghasil hormon di bawah otak. Gejala depresi yang ditimbulkan meliputi penurunan gairah seksual, infertilitas, perasaan sedih dan bahkan  pecobaan bunuh diri.
c.       Cedera otak, baik yang ringan mauun yang terjadi bertahun-tahun lalu. Penelitian menunjukkan bahwa angka bunuh diri yang berkaitan dengan depresi lebih banyak terjadi pada orang-orang yang sebelumnya pernah mengalami cedera kepala.
d.       Gejala awal demensia  yang sering menyerupai gejala depresi, misalnya tidak tertarik melakukan aktivitas, kehilangan konsentrasi, dan pelupa. .
e.       Depresi dapat pula terjadi sebagai efek samping pengobatan, misalnya obat-obat anti hepatitis, kemoterapi, dan anti hipertensi tertentu dalam waktu lama.
.
  
           
PENGOBATAN DEPRESI

        Depresi sebenarnya adalah penyakit yang self-limited (bisa sembuh sendiri tanpa terapi). Namun kesembuhan tanpa terapi tersebut membutuhkan waktu lama, rata-rata 6-8 bulan. Selain itu, hidup dengan depresi sangat menyulitkan dan menimbulkan penderitaann bagi penderitanya sendiri, keluarga, dan lingkungannya. Hubungan sosial dan pekerjaan dapat sangat terganggu, sehingga penderita depresi menjadi tidak produktif. Juga ada resiko penderita depresi yang tidak diobati menggunakan obat-obatan terlarang, melakukan perbuatan mencederai diri sendiri, bahkan bunuh diri. Karena itulah depresi harus dioati.
      Obat anti depresi sering digunakan sebagai terapi depresi sedang dan depresi berat. Obat anti depresi mempengaruhi sel saraf otak. Secara lebih spesifik obat depresi bekerja memperbaiki keseimbangan neurotransmitter di otak. Gejala seperti perasaan sedih, gangguan tidur,dan gangguan kognitif membaik dengan obat-obatan, Obat memang tidak memperbaiki factor pencetus depresi, namun dengan perbaikan gejala, penderita depresi akan lebih mampu mengatasi permasalah yang ia hadapi.
Obat depresi tidak bekerja secara cepat, membutuhkan waktu 2-4 minggu untuk mengetahui efek yang dimunculkan. Yang sering menjadi masalah adalah penderitanya sering menghentikan obat sebelum waktunya, karena merasa tidak ada perbaikan. Pengobatan depresi seharusnya dipertahankan selama sedikitnya enam bulan setelah gejala membaik. Namun beberapa pasien menghentikan pengobatan terlalu awal dan    akibatnya gejala depresi kembali muncul.
Psikoterapi dalam penelitian terbukti merupakan terapi yang efektif untuk depresi. Kombinasi terapi depresi berupa obat dan psikoterapi terbukti lebih efektif dibandingkan obat saja atau psikoterapi saja, Psikoterapi adalah pengobatan dengan cara pendekatan psikologis terhadap permasalahan yang dihadapi klien, dan bertujuan agar klien menjadi orang yang bahagia, dewasa, dan mandiri. Umumnya sesi psikoterapi diberikan 12-20 minggu dengan durasi 1-2 jam per sesi.
Hal-hal yang dibahas dalam psikoterapi adalah :
-       Mengidentifikasi pola pikir dan perilaku yang menyebabkan depresi
-       Mengenali masalah yang menyebabkan depresi, mana yang bisa diselesaikan dan mana yang harus diterima dengan besar hati
-       Membantu memperbaiki hubungan
-       Membantu menemukan kebahagiaan hidup yang hilang karena depresi
-       Membantu mengekspresikan perasaan dengan baik
-       Membantu meningkatkan kepercayaan dan harga diri
-       Membantu mengubah hidup menjadi lebih baik
-       Membantu menentukan tujuan hidup sehingga hidup lebih bermakna
-       Membantu memperbaiki kualitas hidup
Psikoterapi yang sering digunakan pada depresi adalah :
1.    Cognitive Behavioural Therapy (CBT)/terapi kognitif perilaku.
Secara singkat terapi kognitif didasarkan pada gagasan bahwa cara berpikir dan berperilaku tertentu dapat menyebabkan depresi. Psikoterapis akan membantu klien untuk memahami pola berpikirnya dan mengidentifikasi cara berpikir yang menyebabkan depresi  Tujuannya adalah mengubah cara berpikir tersebut, menjadi cara berpikir positif dan realistik. Singkatnya CBT membantu klien untuk mengubah cara berpikir dan perilaku yang maladaptif.
2.    Terapi interpersonal
Dasar terapi interpersonal adalah pemikiran bahwa hubungan personal berperan besar dalam perubahan mood dan status mental. Psikoterapis akan membanu mengubah pemikiran dan perilaku klien, dan memperbaiki pola interaksinya dengan orang lain.    

       
Depresi sering dijumpai, bisa diderita oleh siapa saja, bahkan mungkin Anda. Namun banyak orang tidak mengakuinya.  Beberapa orang merasa, jika ia mengaku mengalami depresi, ia akan mendapat stigma dan orang di sekitarnya berpikir bahwa ia adalah orang yang lemah.
Bagaimana jika depresi terjadi pada Anda? Yang pertama Anda perlu memahami bahwa banyak orang di dunia ini juga mengalaminya. Yang kedua, Anda harus menyadari bahwa Anda memerlukan bantuan. Kunjungilah profesional kesehatan jiwa untuk mencari pertolongan.
Depresi memang bukan penyakit pembunuh langsung, Namun depresi adalah penyakit serius yang  mempengaruhi jiwa dan badan, mengganggu produktivitas, dan fungsi kehidupan sehari-hati. Karena itu depresi tidak dapat diangggap remeh  Kabar baiknya adalah depresi dapat dikelola dengan baik, bila Anda tahu tanda-tandanya. Semakin dini dikenali, semakin baik hasil pengobatannya.


*) Psikiater di RSJD Surakarta

Ingin Konsultasi Psikologi

Posted by Unknown on Rabu, 05 September 2012 | 0 komentar | Leave a comment...


Pertanyaan :
Yth. Redaksi Bina Jiwa
Saya pernah beberapa kali lewat di depan RS. Jiwa Daerah Surakarta. Saya membaca papan nama yang bertuliskan “Pelayanan Psikologi untuk Umum” di depan  gedung bagian  barat RSJ. Saya merasa tertarik dan ingin konsultasi di bagian Psikologi tersebut tentang anak saya yang akan memasuki perguruan tinggi. Namun terus terang untuk datang secara langsung saya tidak berani. Saya takut dikira sakit jiwa karena telah datang ke RS. Jiwa. Makanya saya bertanya lewat tulisan ini misalnya saya datang ke RSJ apakah saya akan dilayani bercampur dengan  pasien yang sakit jiwa? Kemudian kalau ingin konsultasi tentang anak saya tersebut  bagaimana prosedurnya? Terimakasih.
                                                                                                            Yuli – Surakarta
Jawab :
Ibu Yuli,
Terimakasih Ibu sudah memberanikan diri untuk  bertanya. Semoga selanjutnya Ibu juga tidak takut lagi untuk berkunjung ke RS. Jiwa Daerah Surakarta. Memang stigma masyarakat tentang RS.. Jiwa masih menakutkan. Akan tetapi sebenarnya banyak pelayanan di RS. Jiwa yang terbuka untuk umum, bukan hanya yang menderita gangguan jiwa. Pelayanan tersebut antara lain :  Pelayanan  Tumbuh Kembang Anak, Pelayanan  Gigi dan Mulut, pelayanan fisioterapi, radiologi  dan pelayanan psikologi. Masing-masing pelayanan untuk umum tersebut tentu saja tidak jadi satu dengan  pasien gangguan jiwa. Jadi Ibu tidak usah khawatir.
Kemudian untuk mendapatkan pelayanan konsultasi psikologi Ibu dimohon tetap mendaftar seperti  yang lain di bagian pendaftaran. Ibu bisa mengatakan ingin konsultasi psikologi, maka petugas di bagian pendaftaran akan mempersilahkan Ibu untuk langsung ke gedung psikologi. Proses konsultasi psikologi akan dilayani di gedung psikologi eksekutif yang terpisah dari pelayanan   pasien gangguan jiwa lain. Demikian jawaban kami semoga bermanfaat.   

Konsultasi Gizi-2 :

Posted by Unknown on | 0 komentar | Leave a comment...


Petanyaan :
Yth. Pedaksi Bina Jiwa
Salah satu kerabat saya pernah di rawat di bangsal kelas III RSJD Surakarta. Di tagihan yang di bebankan ada salah satu nota tentang makanan ekstra, yang ingin saya tanyakan, apakah setiap pasien di RSJD Surakarta harus mendapat makanan ekstra? Kalau tidak, pasien seperti apa yang harus mendapatkannya? Dan mengapa biayanya sampai Rp. 100.000, apakah tidak terlalu mahal?
Roto-Sondakan


Jawab :
Pak Roto yang baik, memang salah satu pelayanan yang diberikan di RSJD Surakarta. Makanana extra atau extravoeding diberikan pada pasien yang setelah melalui pengukuran Tinggi badan(TB) dan berat badan (BB) ternyata memiliki status gizi yang tergolong gizi buruk.
Cara menghitungnya : (BB(Kg) : TB(m)2)
Apabila hasilnya kurang dari 17 Kg/m2, berarti status gizinya buruk dan akan mendapatkan extra voeding.
Makanan extra diberikan selama 10 hari untuk satu kali paketnya, dan akan di evaluasi ulang status gizinya setelah pemberian paket tersebut.
Biaya pemberian extravoeding setiap harinya adalah Rp. 10.000,00 dengan perincian : extra lauk Hewani 2x (saat makan siang dan makan sore) dan susu tinggi protein 1x.
Dengan upaya peningkatan status gizi ini, kami berharap efektivitas dari pengobatan dan terapi yang dilaksanakan di RS akan maksimal. Demikian pak, semoga bermanfaat.

Konsultasi Gizi-1:

Posted by Unknown on | 0 komentar | Leave a comment...

 
Pertanyaan :
Yth. Redaksi Bina Jiwa
Ayah saya sudah cukup lama mengalami gangguan jiwa, Alhamdulillah 2 tahun belakangn ini kondisi kejiwaanya cukup stabil. Sejak 3 bulan yang lalu beliau jadi kurus padahal makannya banyak. Beliau juga sering mengeluh pusing dan berkunang – kunang. Setelah dibawa ke dokter puskesmas, dan dilakukan cek gula darah, ternyata gula darahnya tinggi. Dokter memberitahu kami bahwa ayah harus mulai diet dan tidak boleh makan yang manis – manis serta sederet pantangan makanan lainnya.  Mendengar hal ini ayah saya jadi uring – uringan lagi, sering marah – marah dan memaksa makan makanan yang harusnya dihindari. Yang ingin saya tanyakan, apakah bila saya mengontrolkan ayah saya ke RSJ, saya dapat sekaligus membicarakan masalah makan ayah saya juga? Ataukah saya harus ke rumah sakit umum untuk membuat ayah saya mendengarkan dan mematuhi makanan yang harus di pantangnya?
Ibu Ratmi- Sukoharjo


Jawab :

 Ibu Ratmi yang budiman,
Ibu tenang saja, di RSJ tersedia layanan konsultasi gizi kok. Anda dapat menceritakan masalah ini pada Ahli gizi kami, dan akan mendapatkan edukasi yang cocok. Tidak hanya konsultasi secara lesan, tetapi anda juga akan mendaptkan leaflet berisi tips dan trik pengaturan pola makan yang sesuai dengan kondisi tubuh anda. Pemahaman akan di berikan sebisa mungkin pada pasien, sementara kontrol terkuat di pegang oleh keluarga terdekat pasien, terutama yang biasa bertanggung jawab akan makanan pasien di rumah. Demikian bu, semoga bermanfaat.

Klik

  • Serius...
  • Harap tenang ya...
  • Hmmm enaaaak...
  • Harap antri...
  • Tensi saya berapa pak...
  • Ya bu...
  • Asyiiiik...
  • Siap....

Subscription

Silakan Masukkan E-mail Anda untuk mendapatkan Berita terbaru

Tim Redaksi Bina Jiwa

Recent News